800x6001024x768Auto Width
Dialog : Pertahankan PERTAMINA Untuk Kemakmuran Rakyat
User Rating: / 1
PoorBest 
Written by Administrator   
Sabtu, 22 Januari 2011

Image Solidaritas Pensiunan Karyawan Pertamina (eSPeKaPe) akan menyelenggarakan dialog dengan tema “Kawal dan Pertahankan PERTAMINA Harga Mati, Dipergunakan Untuk Sebesar-besar Kemakmuran Rakyat” yang direncanakan dilaksanakan pada :

Hari/Tanggal : Kamis, 10 Pebruari 2011

Jam                 : 13.00 – 17.00 WIB

Tempat           : Auditorium Adhiyana, Wisma Antara Lantai 2

                          Jl. Medan Merdeka Selatan No. 17 - Jakarta Pusat

 

Adapun susunan acara dialog adalah sebagai berikut :

 

a.  Pemrasaran : Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri, MS (Guru Besar IPB)

 

b.  Pembaca Komitmen : Binsar Effendi Hutabarat - Ketua Umum BPP eSPeKaPe

 

c.  Para Panelis :

-       Dr. Kurtubi - Direktur Center for Petroleum and Energy Economic Studies (CPEES)

 

-       Ir. H. Marwan Batubara, MSc - Pengamat Energi dan Minerba

 

-       Ir. Faisal Yusra SH. MM - Presiden KSP Migas Indonesia

 

-       drg. Ugan Gandar - Presiden FSP Pertamina Bersatu

 

-       Hari Purnomo - Ketua Umum FKPPB

 

-       Yusuf Wahyudi - Ketua Umum OP3.

 

d.  Pemandu Dialog : Bunadji R. - Chief Steward Pertamina Perkapalan.

 

Jakarta, 13 Januari 2011.

Panitia Pengarah (SC)

K e t u a (Binsar Effendi Hutabarat)

Sekretaris (Teddy Syamsuri HS.)

 

Dasar Pemikiran dan Latar Belakang Dialog

 PERTAMINA adalah nama perusahaan yang diambil dari singkatan kata-kata “Perusahaan Pertambangan Minyak dan Gas Bumi Negara”, 53 tahun yang lalu, tepatnya pada tanggal 10 Desember 1957, berdasarkan lahirnya PT Pertambangan Minyak Nasional (PERMINA) yang disahkan dengan SK Menteri Kehakiman RI No. J.A.5/32/11 tanggal 3 April 1958. Diambil nama ini oleh para pendiri yang sangat memedulikan kepentingan bangsa, didasari dari mainstream yang bersumber dari amanat Pasal 33 ayat (2) dan ayat (3) UUD 1945 yang ditetapkan pada tanggal 18 Agustus 1945, sehari setelah dibacakannya teks Proklamasi Kemerdekaan oleh atasnama bangsa Indo-nesia, Soekarno - Hatta pada tanggal 17 Agustus 1945.

Dalam sinopsis Dewan Harian Nasional 1945 (DHN 45) tertanggal 21 September 2001 menjelaskan bahwa amanat konstitusi negara itu bukan tidak ada landasannya, dan oleh sebab itu para founding fathers menempat-kan amanat itu adalah Aspirasi Nasional sebagai komitmen bersama para founding fathers tersebut. Sekaligus sudah merupakan amanat bagi “Anak Bangsa” generasi penerusnya untuk menjaga, memelihara, dan memper-tahankan seluruh potensi kekayaan sumber daya alam yang terkandung di dalam bumi, di dalam air, dan di dalam udara yang penting bagi negara dan yang menguasai hajat hidup rakyat banyak yang harus dikuasai oleh negara. Hal ini tidak terkecuali untuk sumber daya alam migas yang tidak ter-barukan tetapi telah menjadi komoditi vital dan asset strategis bagi bangsa dan negara, yang harus tetap dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat. Dan, kalau tidak, menurut Penjelasan Pasal 33 UUD 1945, maka tampuk produksi jatuh ke tangan orang seorang yang berkuasa dan rakyat banyak yang ditindasnya.

Andaikan saja para pendiri PERTAMINA masih hidup, apakah mereka tidak akan menangis, atau akan turun kembali ke gelanggang dengan segala sisa kekuatan serta semangatnya dalam melihat eksistensi PERTAMINA pada dimensi kekinian? Wallahualam bisawab. Namun esensi sejarah yang telah ditorehkan, sebuah bangsa itu sudah pasti ada pahlawannya. Dan, kita, sudah barang tentu mendambakan pahlawan-pahlawan migas di era ini dan ke depannya. Sebab pada saat situasi terasa sesak karena begitu langkanya suara-suara “Anak Bangsa” yang berpihak kepada PERTAMINA sebagai BUMN satu-satunya di pertambangan migas, untuk kepentingan bangsa dan negaranya, lantas kita tidaklah cukup hanya dengan mengelus dada, memekakkan telinga, berpangku tangan, atau menutup mata dan hati nurani kita dengan pertanyaan seperti “Apanya yang salah dengan kita ini?”.

Semangat kekinian di era reformasi seringkali menampilkan semangat perubahan yang gamang ibarat ‘katak dalam tempurung’, berdebat sendiri dalam justifikasi pembenarannya masing-masing pada konteks kepentingan sempit. Kita lupa bahwa kita sedang mempertaruhkan sesuatu yang lebih luas, yaitu kepentingan masa depan bangsa dan negara tanpa meninggalkan jasa-jasa besar para pendiri PERTAMINA, bahkan sebaliknya justru nilai-nilainya harus senantiasa kita lestarikan, karena rujukannya adalah dari amanat konstitusi negara. Adalah benar, bahwa nasib anak cucu kita mengenai energi sedang dipertaruhkan di setiap undang-undang yang Pemerintah dan DPR bikin, di setiap keputusan yang di keluarkan, dan di setiap kebijakan yang ditetapkan. Namun adalah tidak benar jika kemudian harus “mengkhianati amanat konstitusi negara”, seperti ‘menanggalkan’ kewajiban pengawasan pemegang Kuasa Pertambangan yang ada di tangan lembaga Pemerintah dan ‘membonsaikan’ economic right bidang pertam-bangan migas dari tangan BUMN PERTAMINA.

Menurut editorial Media Pertamina No. 49 terbitan 6 Desember 2010 ditulis: “Sungguh, kita memerlukan investor asing NOC dan IOC dalam pengelolaan migas di Indonesia. Akan tetapi Hak Istimewa PERTAMINA tidak boleh dilupakan, karena ia Wakil Negara. Mari kita mengembalikan Hak Negara”. Begitu Media Pertamina menegaskan, karena dan atau nampaknya direksi dan para pekerja PT PERTAMINA (Persero), masih juga mereka merasa mempunyai tanggungjawab moral untuk tetap bertekad memperkuat PERTAMINA sebagai cerminan Indonesia, karena dianggap Wakil Negara di komunitas perusahaan migas. “Yang kita tuntut adalah Kedaulatan Bangsa, Hak Negara!!!”, demikian fight spirit mereka. Hal ini juga yang sejatinya tidak terlepas dari panggilan, kewajiban, dan tanggungjawab moral bagi pensiunan Pertamina. Yang telah merintis, membangun, memajukan, dan membesarkan PERTAMINA sejak Direktur Utama dipangku Bapak Ibnu Soetowo, menyusul Bapak Piet Haryono, Bapak Faisal Abda’oe, Bapak Soegianto, sampai dipangku Bapak Martiono Hadianto.

Organisasi kelembagaan Solidaritas Pensiunan Karyawan Pertamina (eSPeKaPe) yang didirikan pada 10 Februari 2001, 10 tahun lalu, memang kelahirannya hampir seratus persen oleh Karyawan Laut Pertamina atau Karyawan Pertamina Perkapalan. Para anggotanya adalah pensiunan yang aktif mulai Pertamina Perkapalan bernama Divisi Perkapalan Pertamina di tahun 1959; berganti nama Direktorat Perkapalan dan Telekomunikasi (P&T) Pertamina pada 6 Desember 1957 berdasarkan Dekrit Presiden No. 44 Tahun 1975; berganti nama Direktorat Perkapalan, Kepelabuhan, dan Kebandaran (Dit PKK) Pertamina pada 15 Maret 1990 berdasarkan Dekrit Presiden No. 11 Tahun 1990; belakangan berganti nama Pertamina Perka-palan saja, berdasarkan Dekrit Presiden No. 169 Tahun 2000 tertanggal 7 Desember 2000. Berturut-turut dipimpin oleh Bapak Brigjen Soekotjo (1975-1980); Bapak Laksma Suharno (1980-1982); Bapak Drs. Indra Karta-sasmita (1982-1991); dan terakhir oleh Bapak Ir. Kartiyoso Sayogyo (1991-1998).

Tentu sepanjang pengabdiannya, anggota eSPeKaPe sepenuhnya wajib memangku amanat mulai UU No. 19 Tahun 1960 tentang Perusahaan Negara (PN); UU No. 44 Prp. Tahun 1960 tentang Pertambangan Minyak dan Gas Bumi yang menggantikan Indische Mijnwet Tahun 1899; menyusul UU No. 2 Tahun 1962 tentang Kewajiban Perusahaan Minyak Memenuhi Kebutuhan Dalam Negeri; dan terakhir dengan UU No. 8 Tahun 1971 tentang PERTAMINA. Itulah sebabnya maka dalam rangka memperingati ulang tahun satu dasawarsa kelahirannya, eSPeKaPe kemudian merubah mottonya dengan kalimat : “Bangun Negeri Penuh Bakti, Dengan Asih Tan-pa Pamrih”. Nah dari motto inilah kemudian melahirkan sebuah komitmen : “Kawal dan Pertahankan PERTAMINA Harga Mati, Dipergunakan Untuk Sebesar-besar Kemakmuran Rakyat

Komitmen eSPeKaPe inilah yang kemudian akan didialogkan secara terbuka, yang sebelum ditandatangani oleh Ketua Umum Badan Pengurus Pusat (BPP) eSPeKaPe akan lebih dulu menerima berbagai masukan yang didedikasi dari beberapa tokoh sebagai panelisnya, agar terdukung dan menjadi kuat dalam substansinya.

  

Ketua Umum BPP eSPeKaPe,

Binsar Effendi Hutabarat

Komentar
Add NewSearch
Tulis Komentar
Nama:
Topik:
Security Image
{_CAPTCHATXT_AGE}

Powered by JoomlaCommentCopyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved.Homepage: http://cavo.co.nr/

Teddy Syamsuri HS. - HUT Ke-X eSPeKaPe xxx.180.214.233.xxx | 2011-02-16 01:38:54
Peringatan ulang tahun ke-10 eSPeKaPe yang sedianya dijadwalkan pada hari Kamis, 10 Februari 2011 (tepat dihari ulang tahunnya), oleh karena sesuatu hal kemudian ditunda menjadi hari Minggu, 20 Februari 2011, pukul 10.30-17.00, bertempat di Aula Kwarnas Pramuka, Jl. Medan Merdeka Timur No. 6 Jakarta Pusat. Mohon maaf dan maklumnya, sekaligus sangat berharap kehadiran saudara-saudaraku dari KSPMI.
Teddy Syamsuri HS. - Ucapan terima kasih. xxx.180.214.232.xxx | 2011-01-23 11:26:17
Disampaikan ucapan terima kasih atas respons Bung Faisal yang begitu cepat melansir TOR untuk dialog dalam rangka memperingati HUT Ke-X eSPeKaPe.

Semoga saja apa yang tersurat sama dengan apa yang tersirat, yang bukan saja merupakan roh/marwah idelaisme, nasionalisme, patriotisme dan herosime, melainkan juga jati diri para pensiunan PERTAMINA ini, berkenan diterima dan dijadikan satu persepsi untuk melihat/mengelola PT Pertamina (Persero) ke depan.

Salam keluarga dan kawan-kawan. Terdahulu sudah dimohon kepada Kang Ugan Gandar, Presiden FSPPB, untuk berkenan dimuat di Media PERTAMINA. Namun belum nampak apa perlu atau tidaknya, karena bukan konsumsi internal. Sebab itu, mohon melalui Bung Faisal, kiranya berkenan untuk memuat tulisan di website Bung Faisal ini ke Media PERTAMINA. Adalah suatu kebahagiaan tersendiri bagi eSPeKaPe jika itu dimuat, suatu bentuk pengakuan bahwa kita memang dalam SATU KELUARGA BESAR PERTAMINA.
Amin.
 
< Prev   Next >